Sabtu, Juli 04, 2009

Kisah


Oleh Sapardi Djoko Damono

Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak di plat alumunium itu. Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi.

Sehabis penghujan reda, plat nama itu ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca lagi.
Hari ini seorang yang mirip denganmu nampak berhenti di depan pintu pagar rumahmu, seperti mencari sesuatu. la bersihkan lumut dari plat itu, Ialu dibacanya namamu nyaring-nyaring.
Kemudian ia berkisah padaku tentang pengembaraanmu.

Perahu Kertas, Kumpulan Sajak, 1982.

7 komentar:

firmansyaharia mengatakan...

salam kenal ...
ini puisi adalah indah, dan saya sangat berharap anda untuk mengajarakan saya sejentik ilmu anda yang luar biasa, maka saya berharap anda untuk datang ke situs http://firmansyaharia1982.wordpress.com/
di sana anada bisa membagikan sedikit wejangan bagaiman kata seharus nya berdansa..... dan saya sangat berharap untuk wejangannya karena saya merasa saya memang masih harus banyak belajar

Willyo Alsyah P.Pratama mengatakan...

hay..numpang baca..skalian kenalan...kunjung balik n isi komen di t4 ku ya..

Enno mengatakan...

@firmansyah: salam kenal juga... sama2 belajar yuk, saya juga masih belajar seperti anda :)

@willyo: halo makasih kunjungannya... :)

Willyo Alsyah P.Pratama mengatakan...

hay..enno..mat ciang..blog sobat aku ikuti..bolehkan???

Enno mengatakan...

halo, boleh banget,,, silakan
makasih ya :)

Willyo Alsyah P.Pratama mengatakan...

hay..eno aku memberikan award padamu sobat..sbgi penghargaain dariku silahkan diambil ya...

Enno mengatakan...

makasihya, akan segera saya ambil

:)