Rabu, Juli 08, 2009

Di Muka Jendela

Oleh Goenawan Muhammad

Di sini
cemara pun gugur daun. Dan kembali
ombak-ombak hancur terbantun.
Di sini
kemarau pun menghembus bumi
menghembus pasir, dingin dan malam hari
ketika kedamaian pun datang memanggil
ketika angin terputus-putus di hatimu mengigil
dan sebuah kata merekah
diucapkan ke ruang yang jauh:- Datanglah!

Ada sepasang bukit, meruncing merah
dari tanah padang-padang yang tengadah
tanah padang-padang terukur
di mana tangan-hatimu terulur. Pula
ada menggasing kincir yang sunyi
ketika senja mengerdip, dan di ujung benua
mencecah pelangi:
Tidakkah siapa pun lahir kembali di detik begini
ketika bangkit bumi,
sejak bisu abadi,
dalam kristal kata
dalam pesona?

1961

4 komentar:

aviorclef mengatakan...

Wh..puisinya lumaya juga. walau kita beda aliran....mba tolong blognya dikasih shoutmix dong...jadi kita bis a lebih mudah tegur sapa.ok...aku tunggu kunjungan anda di blog saya www.cosmorary.blogspot.com

Enno mengatakan...

halo dek... alirannya ke sungai atau ke laut nih? hehe...

makasih ya sarannya. utk sementara gak pakai kotak chat. maybe next time :)

salam :)

denny mengatakan...

kayaknya kalo disini,
komennya aku mau sopan dan tertib ah...

for the sake of sastra indo,
hahahaha....

:P

Enno mengatakan...

alaaaah... sok alim!
:P