Manis, lihatlah bintang
Gugusan intan janjikan masa depan
Kalau ada gores perak di horison sama, cepatlah sebut cinta
Akan kau dapatkan bagai hadiah dari Sinterklas
Manis, rasakan cumbuan angin
Sesap wangi kebun anggur benua antah berantah
Nikmati hidup bagai cuma sehari
dan rayulah waktu
Asa tak kan jauh darimu
Kala kau bersahabat dengan detak jam
dia berputar hanya untuk masa terindah
Selamat malam, Manis
Mimpi indah menantimu
-22.10.00-
Tampilkan postingan dengan label 2000. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2000. Tampilkan semua postingan
Selasa, Januari 01, 2008
Kota Bunga
Ada rindu memanggil dari sebuah taman
Namaku cuma seucap lintasan angin
mengelus bunga
Dari bibirmu tertiup sepi
yang kurasakan dingin di sini
Rasa tak bernama
mengendap di palung gelap
Udara terbang ke atmosfir bulan
demikian juga hatiku
Ada suara memanggil dari sudut alun-alun
dimana penjual permen menawarkan
kebahagiaan sekejap di ujung lidah
Kaukah itu?
Dengan tangan terkembang berlari padaku
Kota seakan mati
Bunga-bunganya berlumur rindu
-19.04.00-
Langganan:
Postingan (Atom)