Tampilkan postingan dengan label 1997. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1997. Tampilkan semua postingan

Minggu, Februari 03, 2008

Jangan

Aku berkata tidak
Pada bayanganmu yang melintas
meski cuma sekilas
Tapi jantungku menyanyikan
irama asing yang kutahu artinya

Terbaring dalam angan
susah payah kuenyahkan ilusi
dan berjanji lain kali tidak membenci

:betapa tipis batas dua rasa yang berlawanan
dan membuatku sesali kecerobohan

Sekarang,
kuserukan tidak pada diriku
Aku hanyalah gadis tolol yang terjebak
dalam irama asing yang menjanjikan

:minggu ini
aku tak ingin bertemu, kau dengar?

16.10.97

Jumat, Februari 01, 2008

Cinta Tidak Berjanji

Jangan katakan apa-apa
padaku
untuk saat ini maupun nanti
Karena aku sudah tak percaya
apapun itu namanya
yang kau katakan keadilan

Adakah di muka bumi ini
yang masih menganggap
kejujuran adalah permata
dan keserakahan adalah neraka

Cinta tak menjanjikan apa-apa
dan tak ada atas nama
kebahagiaan yang fana
Aku sudah muak
kepadamu
kepada dunia yang makin tua
dan kau yang uzur buta

Tak ada rasa di hati
cuma detak hampa jantung saja
Kalau kau pergi yang kuingat
cuma kepongahanmu
yang tidak pernah berarti apa-apa
dan darahmu yang mengalir
di sebagian tubuh ini
Hanya itu
Bahkan namamu cuma jadi sejarah
di pohon silsilah
Kau. Yang tidak adil itu

-Pwt, 28.06.97-
to grandpa

Kamis, Januari 31, 2008

Seberapa Dalam Cinta Kita

Setelah hari kepergianmu
hatiku semakin jauh
Tambatan terurai dari pelabuhanmu
dan perahu bergerak seinci demi seinci
menjauh bersama riak raguku
Baru saja sehari
malam tadi seperti seabad pergi
memikirkan segala kemungkinan
untuk belajar melupakan
Tatap matamu yang dingin kemarin
mengajarkan nilai kepasrahan
karena aku tidak mengerti
tentang hatimu
yang begitu jauh

Perahuku akan berlayar mengaliri waktu
yang terus berputar
Meninggalkan tanda tanya yang kau ukir
dalam kenangan
atau mungkin semua itu kau lupakan
jauh hari. Tak berarti
Jadi biarkan saja perahuku hanyut
mungkin dia akan kembali
ketika kau nyalakan suar
untukku suatu hari.

24.07.97
to FAA

Selasa, Januari 01, 2008

Kukhayalkan Dirimu

Ke rumah dong
aku kangen
aku tahu kamu sibuk
tapi aku ingin bertemu
demi masa lalu

Ingat saat-saat bersama
bercanda, marahan dan bertukar buku cerita
dan kamu pernah sayang padaku kan
ayo mengaku saja
aku tidak akan lupa masa-masa itu

Sudah ganti zaman
Apakah kamu berubah?
Pohon mangga di belakang rumah yang biasa kita panjat
sudah ditebang
Lapangan rumputnya dibuat rumah
Kompleks kita makin sepi
teman-teman bermain dan sahabat kita Fery
sudah punya urusan sendiri-sendiri
Apakah kamu juga berubah?
Sebab aku sendiri berubah
Lebih pemikir. Lebih serius. Lebih kalem
Ehm
Dan tidak pernah lagi terbahak-bahak

Sumpah
Aku kangen

Untuk Liv

Bangunlah ketika ayam
berseru-seru memanggil dini hari
dan matahari pamer sinar
bukalah jendela lebar-lebar


Hari ini milikmu
esok milikmu, juga masa lalu
Liv, kau boleh pergi kemana kau mau
Langkahkan kaki dan melompat
di sepanjang nasib yang terbentang
seperti jalan bebas hambatan

Katakan masih ada semangat
kau simpan dalam ranselmu
Kau kemas bersama bekal dan kosmetikmu
Jangan pedulikan pemandangan indah di kanan
Buruk di kiri
Melaju seperti pembalap ulung
dan yakin kemenangan di tanganmu

Liv
adalah semangatmu kau tempa dalam banyak ujian
dan tahun-tahun keengganan
Liv
adalah obsesimu
pergi dan raih cakrawala
dari manapun kau harus mulai


-01.07.97-

Penjara

Aku bosan di sini
di penjara berlumut sepi
hening
Tak ada angin bertiup membawa pesan
Udara mati. Aku tersengal
kulihat kelabu dan kabut
Sendiri terpuruk berteman sunyi
Belengguku adalah kewajiban
dan aku harus membaktikannya

-29.10.97-

Nina Bobo

(Untuk Rosa)
Tidurlah hati. Tenangkan diri
Tinggalkan masa lalu hanyut di arus mimpi
Membasuh luka dalam buai rembulan
dihibur irama hujan tengah malam
Tidurlah hati. Sandarkan letih
Kau punya seribu cara untuk tertawa
esok hari
Biarkan semua yang lewat hangus
ditelan malam
Tidurlah tidur wahai hati

-29.10.97-

Terkepung (Stand Off)

Bu, aku belum mau pulang
di sini masih banyak waktu
yang tidak boleh dibuang
Bukankah urusan harus cepat selesai
Bu, aku masih mencoba bertahan
padamkan rindu masakan rumah
san kehangatan canda yang tak akan punah
Bukan. Bukan karena enggan
Tapi aku harus buru-buru
Bukankah dikejar waktu
Kata Ibu harus cepat selesai
Kata Ibu supaya beban usai
Aku seperti jadi keledai
Lamban terbebani opini
Aku dikepung sana-sini
oleh kecamanmu

Bu, jangan panggil aku pulang
sampai Lebaran aku jelang
Padamkan rindu bertengkar dengan adik
Berdebat dengan Bapak
Bergosip denganmu Ibu
Di sini, nasibku seperti berhenti
Bebanku menggunung
Ibu, aku terkepung rasa rindu

-29.06.97-

Sarang Angin

Di sini kita berdiri
Dalam pusaran tak pernah henti
tertanam tak berdaya
dan neraka masih bernyala

Dikejauhan genderang perang
Iringi tidur kita
Dan sekali lagi kita terjebak
dalam badai puting beliung

Di sini kita berdiri
dalam sebuah kepasrahan
Sarang angin penjara kita

-Janet to Paul-